Skip to main content

Jenis-jenis Stres dan Kecemasan


Jenis-jenis Stres dan Kecemasan

1.    Stres yang dialami para juru dakwah saat menyeru manusia kepada Islam
           Nabi mengalami stress yang lebih berat dari seluruh juru dakwah di dunia ini. Aisyah ra. Mengatakan pada keponakannya, bahwa Aisyah bertanya kepada Nabi SAW: “Pernahkah kamu merasakan penderitaan lebih berat di bandingkan hari Uhud?” Nabi berkata: “Aku menderia karena umat ini, dan yang paling buruk adalah aku menderita karena mereka pada hari aqadah, ketika aku memohon sesuatu pada Ibnu Abdul Yalay bin Abdul Kalal dan tidak dia memberikan tanggapan sesuai dengan harapanku, aku meninggalkannya tidak tahu kemana aku pergi, dan aku tidak menyadari dimana aku, sampai aku tiba di Qarn Al Thalib, aku mengangkat kepalaku, dan melihat awan menyelimutiku. Aku melihat lebih dekat dan aku melihat Jibril, yang memanggilku dan berkata: Allah telah mendengar apa yang dicupakna umatmu kepadamu, dan juga tanggapan mereka. Allah telah mengirim malaikat gunung, untuk melakukan apapun yang kau inginkan kepada umatmu. Kemudian malaikat gunung memanggilku, memberi salam dan berkata, Muhammad jika kau menginginkannya, aku akan menghancurkan mereka diantara dua gunung. Nabi SAW. Berkata Aku berharap Allah akan membawa keluar mereka yang akan tunduk kepada Allah saja dan tidak menyekutukannya.
          
           Rasulullah SAW juga mengalami stress yang hamper sama ketika umatnya tidak mempercai perjalanan malamnya (Isra). Diriwayatkan dari Abu Hirairah bahwa Rasulullah SAW. bersabda: “Aku berada di hijr (daerah haram, mekkah dekat ka’bah)  dan orang qurais bertanya kepadaku tentang perjalanan malamku, dan bertanya tentang baitul maqdis. Aku merasa stress dan cemas, lalu Allah memberiku petunjuk sehingga aku paham apa yang mereka tanyakan dan menjawab semua pertanyaan” (HR Muslim)
2.    Kecemasan dalam beribadah
3.    Wajah cemas orang yang terpercaya ketika ia tidak amanah
4.    Kecemasan seorang yang tidak bersalah saat dinyatakan bersalah
5.    Seorang lelaki yang khawatir apa yang terjadi kepada isteri dan anaknya

Comments